Hal Penting Kenapa Anda Mesti Merencanakan Keuangan Untuk Masa Depan

Sudah menjadi satu fenomena yang umum bahwa banyak di antara rekan-rekan kita, ataupun orang-orang di sekitar kita yang sering mengeluh bahwa kondisi keuangannya morat-marit. Jumlah utangnya menggunung dan melebihi pendapatannya, bahkan melebihi jumlah asset yang dimilikinya. Dalam kondisi seperti ini yang biasanya menjadi kambing hitam adalah kecilnya jumlah pendapatan yang dimilikinya.

Padahal akar permasalahan yang sebenarnya bukan berada pada sisi pendapatan saja, tetapi kegagalan mengelola keuangan. Banyak di antara kita yang tidak memiliki perencanaan keuangan, bahkan tidak pernah berpikir untuk merencanakan kondisi keuangan, apalagi di masa mendatang. Perencanaan keuangan sebenarnya merupakan aktivitas mutlak yang harus dilakukan oleh setiap orang dan inilah yang akan membedakan antara kelompok orang-orang yang selalu terjebak oleh kesulitan likuiditas dan kelompok orang-orang yang bisa menikmati hidupnya. Tulisan ini akan mencoba untuk membahas secara sederhana, bagaimana seseorang harus mulai merencanakan keuangannya.

Mendiagnosa kondisi keuangan
Langkah pertama yang perlu dilakukan dalam penyusunan rencana keuangan adalah mendiagnosa kondisi keuangan pribadi kita saat ini. Yang perlu diperhatikan dalam mendiagnosa kondisi keuangan adalah besarnya total pendapatan, total pengeluaran, besarnya aset dan kewajiban hutang yang kita miliki.

Secara umum jelas bahwa jumlah total pendapatan tidak boleh melebihi total pengeluaran. Bagi orang yang memiliki pendapatan tetap tiap bulan maka dengan mudah bisa diperkirakan besarnya total pendapatan dalam satu tahun, termasuk pendapatan non rutin seperti tunjangan hari raya dan bonus. Maka pengeluarannya harus diatur tidak melebihi total pendapatan rutin yang dimilikinya.

Pendapatan non rutin tidak boleh dialokasikan untuk menanggung total pengeluaran, tetapi harus dialokasikan untuk tujuan investasi atau memperkuat dana darurat. Sedangkan bagi orang yang memiliki jenis pendapatan variabel (tidak tetap) maka total pengeluarannya tidak boleh melebihi 80% rata-rata pendapatannya.
Pos berikutnya yang perlu dicermati adalah asset. Kita sering sekali keliru mendefinisikan tentang aset dalam kaitannya dengan perencanaan keuangan.

Aset sebenarnya adalah segala sesuatu yang memberikan hasil atau mendukung aktivitas produktif kita. Contoh yang sederhana adalah rumah yang kita tinggali dan kendaraan yang kita pakai bisa digolongkan ke dalam aset karena mendukung aktivitas produktif kita, sedangkan villa, stereo set, gitar akustik, tongkat golf dan kendaraan kedua yang jarang kita pakai, jelas bukan merupakan kategori aset. Tabungan dan investasi adalah salah satu ujud nyata aset yang memberikan imbal hasil.

Utang adalah hal yang jamak dilakukan dan sebenarnya bukan hal yang perlu ditakuti. Utang pada hakikatnya adalah menambah daya beli kita dengan menarik pendapatan kita di masa mendatang ke masa kini. Yang perlu dicermati dalam hal utang adalah jenis utang dan besarnya kewajiban cicilan yang harus kita tanggung. Kredit rumah dan kendaraan produktif jelas merupakan jenis utang yang wajar dan bisa ditoleransi, tetapi utang kartu kredit adalah jenis hutang yang mutlak harus dihindari. Tingkat bunga utang kartu kredit rata-rata mencapai 35 – 48 persen per tahun dan ini jelas membebani likuditas keuangan kita.

Mengingat besarnya tingkat bunga kartu kredit, maka penggunaan kartu kredit harus diwaspadai sebatas demi kepraktisan dan kenyamanan saja dan bukan untuk meningkatkan daya beli kita dengan cara berutang. Dalam hal mengelola utang, besarnya total kewajiban pembayaran cicilan utang kita tidak boleh melebihi 30 persen dari total pendapatan kita. Bila kita sudah terjebak pada kondisi kewajiban membayar hutang yang melebihi ambang batas tersebut, maka retrukturisasi utang mutlak harus dilakukan dengan memprioritaskan pada utang-utang yang memiliki bunga tinggi, seperti utang kartu kredit, kredit tanpa agunan dan sejenisnya.

Memiliki Dana Darurat
Langkah kedua dalam penyusunan rencana keuangan adalah memeriksa ketersediaan dana darurat yang kita miliki. Dana darurat adalah dana yang sewaktu-waktu harus tersedia bila muncul pengeluaran yang tidak terduga. Banyak orang tidak memikirkan ketersediaan dana darurat dalam perencanaan keuangan mereka, sehingga ketika muncul pengeluaran tidak terduga maka yang sering dilakukan adalah menambah kemampuan daya beli dengan menciptakan hutang, dan biasanya jenis utangnya adalah utang dengan tingkat bunga tinggi seperti hutang kartu kredit dan kredit/pinjaman tanpa agunan.

Padahal jelas bahwa utang sebenarnya sama sekali tidak boleh dijadikan andalan untuk menutup pengeluaran tidak terduga ini. Di sinilah pentingnya ketersediaan dana darurat, sehingga kita tidak terjebak lilitan utang berbunga tinggi. Besarnya dana darurat yang harus dimiliki dalam perencanaan keuangan bervariasi, mulai dari 5 sampai 20 kali total pengeluaran bulanan kita, tergantung dari beban yang kita tanggung. Bila kita masih single maka cukup memiliki dana darurat 5 bulan total pengeluaran, sedangkan semakin banyak anggota keluarga kita, maka semakin besar dana darurat yang harus kita siapkan.

Patokan yang sederhana adalah tiap anggota keluarga yang menjadi tanggunan kita harus memiliki dana darurat 5 bulan total pengeluaran. Sehingga bila kita sudah menikah dan memiliki 2 anak, maka total besarnya dana darurat yang kita miliki adalah 20 kali total pengeluaran bulanan kita. Dana darurat ini bukan termasuk kategori investasi, tetapi tetap dana darurat ini harus diinvestasikan agar berkembang.

Pilihan jenis investasi untuk dana darurat adalah investasi yang sifatnya likuid dan memiliki tingkat risiko investasi yang relatif kecil. Investasi pada dana darurat bukan untuk tujuan pertumbuhan tetapi lebih pada ketersediaan sewaktu-waktu dan tidak lekang oleh inflasi. Harus disadari bahwa besarnya dana darurat ini harus meningkat sejalan dengan meningkatnya taraf hidup kita.

Membuat Daftar Pengeluaran
Langkah ketiga dalam penyusunan rencana keuangan adalah membuat daftar pengeluaran. Pada tahap ini yang mutlak dilakukan adalah memeriksa jenis pengeluaran yang selama ini kita jalani. Secara garis besar jenis pengeluaran itu bisa dibagi menjadi empat bagian, yaitu membayar kewajiban hutang, pengeluaran rutin seperti biaya rumah tangga, listrik, telepon, dan lain-lain, investasi dan pengeluaran pribadi.

Seperti sudah dijelaskan pada langkah pertama di atas, besarnya kewajiban membayar utang (cicilan) tidak boleh melebihi 30 persen dari total pendapatan kita. Dan ini harus ditempatkan pada prioritas pertama dari sisi pengeluaran. Menunda kewajiban pembayaran utang hanya akan menimbulkan peluang terciptanya utang baru di masa depan yang memiliki tingkat bunga lebih tinggi. Prioritas kedua dalam pengeluaran adalah mengelola pengeluaran rutin.

Harus dibedakan secara jelas antara pengeluaran rutin dan pengeluaran pribadi. Pengeluaran rutin adalah jenis pengeluaran yang mutlak harus dilakukan untuk mendukung aktivitas produktif kita, tidak bisa dihemat tanpa menurunkan kualitas hidup dan tidak bisa dihindari, sedangkan pengeluaran pribadi adalah jenis pengeluaran yang harus dikorbankan bila terjadi penurunan pendapatan. Besarnya pengeluaran rutin harus dijaga pada kisaran 50 persen dari total pendapatan kita. Bila pengeluaran rutin sudah melebihi ambang batas 60 persen dari total pendapatan kita, maka kita tidak memiliki kesempatan untuk berinvestasi.

Akibatnya kita akan kehilangan kesempatan untuk memperbaiki kualitas hidup di masa yang akan datang. Jadi bila pengeluaran rutin sudah mendekati ambang batas, kita harus bekerja lebih giat lagi agar total pendapatan kita meningkat. Investasi juga harus menjadi prioritas dalam alokasi “pengeluaran” kita. Investasi ini berguna untuk meningkatkan kualitas hidup kita di masa yang akan datang. Investasi akan menambah aset yang kita miliki dan menjadi sumber pendapatan pasif.

Budaya investasi harus mulai dilakukan sejak dini, seberapa kecilpun pendapatan kita. Besarnya alokasi “pengeluaran” untuk investasi minimal adalah 10 persen dari total pendapatan kita. Agar kondisi ini tercapai, maka alokasi investasi bukan dari sisa pendapatan kita setelah dikurangi dengan pengeluaran, tetapi memang sudah dialokasikan begitu kita menerima pendapatan.

Perlu dipahami bahwa investasi tidak sama dengan menabung, karena menabung hanya memberikan tingkat pertumbuhan asset yang relatif sangat kecil. Semakin muda usia kita semakin besar bobot (persentasi) investasi kita di instrumen-instrumen investasi yang mampu memberikan tingkat pengembalian yang tinggi untuk mendukung masa depan keuangan kita.

Harus disadari bahwa investasi yang memberikan tingkat imbal hasil tinggi selalu memiliki tingkat risiko yang tinggi dan tingkat resiko tersebut harus tetap sesuai dengan karakteristik toleransi risiko yang kita miliki. Semakin mapan kondisi ekonomi kita, maka alokasi aset dalam bentuk investasi harus semakin besar, sampai pada gilirannya kita bisa mencapai kebebasan finansial bila hasil yang kita terima dari kerja asset investasi kita sudah melebihi atau paling tidak mendekati hasil kerja produktif kita.

Pengeluaran pribadi adalah satu-satunya jenis pengeluaran yang boleh dan harus dikorbankan ketika terjadi kenaikan persentasi pengeluaran di ketiga pos pengeluaran yang lainnya. Penundaan dan pengurangan pada pos pengeluaran pribadi tidak akan mengurangi kualitas hidup kita dan tidak membahayakan kondisi keuangan kita di masa yang akan datang.

Hal ini jelas berbeda apabila kita mengurangi alokasi pengeluaran kita pada ketiga pos prioritas pengeluaran yang pertama. Salah satu cara untuk mengendalikan pengeluaran pribadi adalah dengan membuka akun khusus di bank yang digunakan untuk mendukung pengeluaran pribadi ini dan akun ini hanya berisi sisa dari pendapatan kita bulan sebelumnya setelah dikurangi dengan total pengeluaran kita di ketiga pos pengeluaran prioritas yang tidak boleh diganggu gugat. Akun khusus inilah yang digunakan mendanai pengeluaran pribadi agar tidak menggerogoti ketiga pos pengeluaran prioritas. Dengan adanya akun khusus ini maka kita juga tidak perlu repot-repot untuk menghitung besarnya alokasi pengeluaran pribadi yang boleh dilakukan.

Setelah kita membenahi kondisi keuangan kita maka kita harus memasuki langkah keempat, yaitu merencanakan tujuan keuangan jangka pendek dan jangka panjang kita. Dalam menentukan tujuan keuangan jangka pendek dan jangka panjang harus jelas tergambar tujuan keuangan yang ingin dicapai dan kurun waktu untuk mencapainya. Target tujuan tentu saja harus realistis dan disesuaikan dengan kondisi kita. Target jangka panjang kemudian dipecah-pecah menjadi target-target jangka pendek dan strategi mencapai tujuan tersebut.

Salah satu faktor yang paling menentukan keberhasilan pencapaian tujuan keuangan adalah komitmen dan ketertiban kita mematuhi strategi yang sudah ditentukan. Perencana keuangan profesional dari dunia perbankan bisa dilibatkan untuk menata tujuan keuangan kita. Semoga tulisan ini memberikan inspirasi bagi kita untuk menata ulang dan memperbaiki kondisi keuangan pribadi kita. Selamat berinvestasi.

Aneka Produk Asuransi Commonwealth

Bagi sebagian orang mungkin sudah memiliki pola pikir yang modern dengan menggunaka layanan asuransi. Ada banyak macam layanan asuransi yang bisa anda gunakan untuk investasi masa depan kehidupan anda. Masing-masing asuransi sendiri memiliki produk dan layanan yang beraneka ragam. Misalnya saa seperti aneka produk dari asuransi commonwealth.

Asuransi commonwealth memiliki visi menjadi yang terbaik dalam melindungi dan meningkatkan kesejahteraan finansial anda, bisnis, dan masyarakat. Selain itu juga memiliki komitmen yakni, Senantiasa memberikan pelayanan yang berkualitas kepada Nasabah, dengan menyediakan berbagai program perlindungan jiwa yang sekaligus memberikan investasi menguntungkan serta didukung dengan tenaga pemasaran yang profesional.

Asuransi commonwealth merupakan perusahaan yang sudah memulai melayani nasabah sejak tahun 1992 dengan mengambil nama PT Asuransi Jiwa Sedaya. Nama dari PT Commonwealth Life (“Commonwealth Life”) sendiri diperkenalkan pertama kalinya pada Juni 2007, yang memperoleh Izin Usaha berdasarkan pada Surat Keputusan Menteri Keuangan Nomor 773/KMK.017/1993 tanggal 6 Agustus 1993. Hingga saat ini saham terbesar Commonwealth Life yang sudah dimiliki oleh Commonwealth Bank of Australia (CBA) Group sebesar 80% (CMG Asia Life Holdings Limited 50% saham dan Commwealth Life International Holdings PTY LTD 30% saham)  dan 20% oleh PT Gala Arta Jaya. Salah satunya adalah saham yang dimiliki oleh CBA adalah salah satu perusahaan penyedia jasa keuangan terkemuka yang menguasai industri perbankan dan asuransi di Australia. Dua perusahaan asuransi jiwa CBA yang lebih awal berdiri adalah ‘CommInsure’ di Australia’ dan ‘Sovereign’ di New Zealand yang keduanya merupakan perusahaan asuransi jiwa terbaik di masing-masing negara.

Asuransi commonwealth juga menawarkan produk asuransi seperti, proteksi, simpanan dan Investasi dalam program unit link (Investra Link), asuransi jiwa tradisional (Danatra Cendekia, Danatra Sejahtera), perlindungan terhadap tabungan dan kredit (COMM Protection), serta program asuransi tambahan (asuransi kecelakaan, jaminan rawat inap, penyakit kritis). Berikut ini akan dibahas lebih lanjut tentang aneka produk asuransicommonwealth.

Produk asuransi commonwealth terdiri dari dua layanan produk yakni, wealth accumulation dan wealth protection. Wealth accumulation merupakan bentuk layanan asuransi berupa investasi. Pada layanan tersebut terdapat progrma investra link, dimana program tersebut yang memadukan antara Asuransi Jiwa dan Investasi secara fleksibel.

Investra Link menawarkan perlindungan asuransi jiwa dengan beragam pilihan perlindungan bagi ketenangan hidup Anda dan keluarga. Melalui Investra Link, Anda dapat merencanakan berbagai tujuan masa depan seperti pendidikan anak, persiapan masa pensiun, serta pertumbuhan investasi Anda. Degan menggunakan produk asuransi commonwealth, tepatnya wealth accumulation anda dapat memeroleh keuntungan dari program investra link antara lain, program investra link memberikan perlindungan iwa seumur hidup, memberikan perlindungan terhadap penyakit yang tidak tersembuhkan. Apabilah Anda didiagnosa menderita Penyakit yang Tidak Tersembuhkan dan tidak dapat bertahan hidup lebih dari 12 bulan yang dinyatakan dengan bukti medis. Sisa dari Uang Pertanggungan akan diberikan kemudian bila meninggal dunia, memiliki potensi hasil investasi yang optimal, dan fasilitas inflation link untuk menjaga nilai ekonomis.

Produk asuransi commonwealth yang ke dua adalah, wealth protection. Di dalam produk wealth protection terdapat program COMM Term Life (COMM Term) yakni sebuah program asuransi jiwa murni yang memberikan perlindungan kepada perorangan atas risiko meninggal dunia karena sakit maupun kecelakaan yang berlaku di seluruh dunia. Dengan mengikuti program COMM Term Life, Anda dapat memberikan rasa aman untuk Anda dan keluarga bila terjadi risiko dan meringankan beban finansial Anda melalui manfaat Uang Pertanggungan mulai dari Rp. 500.000.000,- yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan Anda.

Artikel aneka produk asuransi commonwealth ini diharapkan dapat memberikan referensi bagi anda untuk lebih teliti lagi memilih asuransi.

Asuransi Karyawan Rawat Inap Dan Rawat Jalan

Asuransi Karyawan Rawat Inap & Rawat Jalan merupakan sebuah produk keuangan yang saat ini sangat dibutuhkan oleh perusahaan termasuk karyawan itu sendiri. Bagi masyarakat yang kurang mampu untuk membayar premi asuransi pada perusahaan swasta, pemerintah telah menyediakan asuransi dengan premi ringan dan bahkan tanpa biaya premi sama sekali, seperti BPJS. Sementara, bagi yang ingin masalah biaya pengobatannya lebih terjamin  bisa menjadi peserta asuransi di perusahaan asuransi swasta. Dengan kondisi seperti ini, bisa dikatakan asuransi kesehatan menjadi hal yang wajib untuk dimiliki masyarakat saat ini.

Asuransi Karyawan Rawat Inap & Rawat JalanAsuransi kesehatan ini akan sangat bermanfaat untuk meng-cover biaya pengobatan kita. Apalagi, biaya berobat saat ini terbilang cukup mahal. Padahal, kita tidak pernah tahu kapan kita akan menderita suatu penyakit, bisa saja saat kita sakit saat itu kita sedang tidak memiliki cadangan dana untuk berobat. Asuransi kesehatan ini dapat kita gunakan untuk meng-cover biaya rawat jalan maupun rawat inap, tergantung dari jenis asuransi yang kita ikuti.

  • Asuransi Rawat Inap

Pada asuransi ini, asuransi tidak akan bisa digunakan untuk membiayai pengobatan yang bersifat rawat jalan. Beberapa perusahaan asuransi menawarkan asuransi yang hanya meng-cover biaya pengobatan pesertanya jika peserta tersebut dinyatakan harus rawat inap di rumah sakit. Asuransi ini akan meng-cover seluruh biaya dari mulai biaya kamar per malamnya, obat-obatan, dokter, ambulance, berbagai pemeriksaan tambahan seperti CT-Scan, USG, MRI dan sebagainya. Bahkan, asuransi ini juga akan meng-cover biaya operasi jika memang peserta harus menjalani operasi. Tentunya, total biaya yang akan di cover oleh asuransi memiliki limit dan limit tersebut bergantung pada paket asuransi yang dipilih oleh peserta.

  • Asuransi Rawat Jalan

Asuransi ini akan meng-cover biaya pengobatan rawat jalan dari pesertanya. Setiap kalipeserta harus melakukan pemeriksaan ke dokter, peserta hanya perlu membawa kartu peserta asuransi dan pihak asuransilah yang akan membayar seluruh biaya pengobatan tersebut, sehingga peserta tidak perlu lagi mengeluarkan uang. Tentulah ada persyaratan yang harus terpenuhi jika ingin memanfaatkan fasilitas ini, yaitu peserta berobat di rumah sakit yang telah bekerja sama dengan perusahaan asuransi, dan total biaya berobat belum melebihi limit yang telah ditetapkan oleh perusahaan asuransi. Pada umumnya, asuransi jenis ini juga dilengkapi dengan asuransi rawat inap, sehingga peserta juga tidak perlu khawatir jika suatu saat harus dirawat di rumah sakit. Namun, agar lebih jelas akan lebih baik jika menanyakan langsung pada agen asuransi karyawan tempat kita mendaftar.