Hal Penting Kenapa Anda Mesti Merencanakan Keuangan Untuk Masa Depan

Sudah menjadi satu fenomena yang umum bahwa banyak di antara rekan-rekan kita, ataupun orang-orang di sekitar kita yang sering mengeluh bahwa kondisi keuangannya morat-marit. Jumlah utangnya menggunung dan melebihi pendapatannya, bahkan melebihi jumlah asset yang dimilikinya. Dalam kondisi seperti ini yang biasanya menjadi kambing hitam adalah kecilnya jumlah pendapatan yang dimilikinya.

Padahal akar permasalahan yang sebenarnya bukan berada pada sisi pendapatan saja, tetapi kegagalan mengelola keuangan. Banyak di antara kita yang tidak memiliki perencanaan keuangan, bahkan tidak pernah berpikir untuk merencanakan kondisi keuangan, apalagi di masa mendatang. Perencanaan keuangan sebenarnya merupakan aktivitas mutlak yang harus dilakukan oleh setiap orang dan inilah yang akan membedakan antara kelompok orang-orang yang selalu terjebak oleh kesulitan likuiditas dan kelompok orang-orang yang bisa menikmati hidupnya. Tulisan ini akan mencoba untuk membahas secara sederhana, bagaimana seseorang harus mulai merencanakan keuangannya.

Mendiagnosa kondisi keuangan
Langkah pertama yang perlu dilakukan dalam penyusunan rencana keuangan adalah mendiagnosa kondisi keuangan pribadi kita saat ini. Yang perlu diperhatikan dalam mendiagnosa kondisi keuangan adalah besarnya total pendapatan, total pengeluaran, besarnya aset dan kewajiban hutang yang kita miliki.

Secara umum jelas bahwa jumlah total pendapatan tidak boleh melebihi total pengeluaran. Bagi orang yang memiliki pendapatan tetap tiap bulan maka dengan mudah bisa diperkirakan besarnya total pendapatan dalam satu tahun, termasuk pendapatan non rutin seperti tunjangan hari raya dan bonus. Maka pengeluarannya harus diatur tidak melebihi total pendapatan rutin yang dimilikinya.

Pendapatan non rutin tidak boleh dialokasikan untuk menanggung total pengeluaran, tetapi harus dialokasikan untuk tujuan investasi atau memperkuat dana darurat. Sedangkan bagi orang yang memiliki jenis pendapatan variabel (tidak tetap) maka total pengeluarannya tidak boleh melebihi 80% rata-rata pendapatannya.
Pos berikutnya yang perlu dicermati adalah asset. Kita sering sekali keliru mendefinisikan tentang aset dalam kaitannya dengan perencanaan keuangan.

Aset sebenarnya adalah segala sesuatu yang memberikan hasil atau mendukung aktivitas produktif kita. Contoh yang sederhana adalah rumah yang kita tinggali dan kendaraan yang kita pakai bisa digolongkan ke dalam aset karena mendukung aktivitas produktif kita, sedangkan villa, stereo set, gitar akustik, tongkat golf dan kendaraan kedua yang jarang kita pakai, jelas bukan merupakan kategori aset. Tabungan dan investasi adalah salah satu ujud nyata aset yang memberikan imbal hasil.

Utang adalah hal yang jamak dilakukan dan sebenarnya bukan hal yang perlu ditakuti. Utang pada hakikatnya adalah menambah daya beli kita dengan menarik pendapatan kita di masa mendatang ke masa kini. Yang perlu dicermati dalam hal utang adalah jenis utang dan besarnya kewajiban cicilan yang harus kita tanggung. Kredit rumah dan kendaraan produktif jelas merupakan jenis utang yang wajar dan bisa ditoleransi, tetapi utang kartu kredit adalah jenis hutang yang mutlak harus dihindari. Tingkat bunga utang kartu kredit rata-rata mencapai 35 – 48 persen per tahun dan ini jelas membebani likuditas keuangan kita.

Mengingat besarnya tingkat bunga kartu kredit, maka penggunaan kartu kredit harus diwaspadai sebatas demi kepraktisan dan kenyamanan saja dan bukan untuk meningkatkan daya beli kita dengan cara berutang. Dalam hal mengelola utang, besarnya total kewajiban pembayaran cicilan utang kita tidak boleh melebihi 30 persen dari total pendapatan kita. Bila kita sudah terjebak pada kondisi kewajiban membayar hutang yang melebihi ambang batas tersebut, maka retrukturisasi utang mutlak harus dilakukan dengan memprioritaskan pada utang-utang yang memiliki bunga tinggi, seperti utang kartu kredit, kredit tanpa agunan dan sejenisnya.

Memiliki Dana Darurat
Langkah kedua dalam penyusunan rencana keuangan adalah memeriksa ketersediaan dana darurat yang kita miliki. Dana darurat adalah dana yang sewaktu-waktu harus tersedia bila muncul pengeluaran yang tidak terduga. Banyak orang tidak memikirkan ketersediaan dana darurat dalam perencanaan keuangan mereka, sehingga ketika muncul pengeluaran tidak terduga maka yang sering dilakukan adalah menambah kemampuan daya beli dengan menciptakan hutang, dan biasanya jenis utangnya adalah utang dengan tingkat bunga tinggi seperti hutang kartu kredit dan kredit/pinjaman tanpa agunan.

Padahal jelas bahwa utang sebenarnya sama sekali tidak boleh dijadikan andalan untuk menutup pengeluaran tidak terduga ini. Di sinilah pentingnya ketersediaan dana darurat, sehingga kita tidak terjebak lilitan utang berbunga tinggi. Besarnya dana darurat yang harus dimiliki dalam perencanaan keuangan bervariasi, mulai dari 5 sampai 20 kali total pengeluaran bulanan kita, tergantung dari beban yang kita tanggung. Bila kita masih single maka cukup memiliki dana darurat 5 bulan total pengeluaran, sedangkan semakin banyak anggota keluarga kita, maka semakin besar dana darurat yang harus kita siapkan.

Patokan yang sederhana adalah tiap anggota keluarga yang menjadi tanggunan kita harus memiliki dana darurat 5 bulan total pengeluaran. Sehingga bila kita sudah menikah dan memiliki 2 anak, maka total besarnya dana darurat yang kita miliki adalah 20 kali total pengeluaran bulanan kita. Dana darurat ini bukan termasuk kategori investasi, tetapi tetap dana darurat ini harus diinvestasikan agar berkembang.

Pilihan jenis investasi untuk dana darurat adalah investasi yang sifatnya likuid dan memiliki tingkat risiko investasi yang relatif kecil. Investasi pada dana darurat bukan untuk tujuan pertumbuhan tetapi lebih pada ketersediaan sewaktu-waktu dan tidak lekang oleh inflasi. Harus disadari bahwa besarnya dana darurat ini harus meningkat sejalan dengan meningkatnya taraf hidup kita.

Membuat Daftar Pengeluaran
Langkah ketiga dalam penyusunan rencana keuangan adalah membuat daftar pengeluaran. Pada tahap ini yang mutlak dilakukan adalah memeriksa jenis pengeluaran yang selama ini kita jalani. Secara garis besar jenis pengeluaran itu bisa dibagi menjadi empat bagian, yaitu membayar kewajiban hutang, pengeluaran rutin seperti biaya rumah tangga, listrik, telepon, dan lain-lain, investasi dan pengeluaran pribadi.

Seperti sudah dijelaskan pada langkah pertama di atas, besarnya kewajiban membayar utang (cicilan) tidak boleh melebihi 30 persen dari total pendapatan kita. Dan ini harus ditempatkan pada prioritas pertama dari sisi pengeluaran. Menunda kewajiban pembayaran utang hanya akan menimbulkan peluang terciptanya utang baru di masa depan yang memiliki tingkat bunga lebih tinggi. Prioritas kedua dalam pengeluaran adalah mengelola pengeluaran rutin.

Harus dibedakan secara jelas antara pengeluaran rutin dan pengeluaran pribadi. Pengeluaran rutin adalah jenis pengeluaran yang mutlak harus dilakukan untuk mendukung aktivitas produktif kita, tidak bisa dihemat tanpa menurunkan kualitas hidup dan tidak bisa dihindari, sedangkan pengeluaran pribadi adalah jenis pengeluaran yang harus dikorbankan bila terjadi penurunan pendapatan. Besarnya pengeluaran rutin harus dijaga pada kisaran 50 persen dari total pendapatan kita. Bila pengeluaran rutin sudah melebihi ambang batas 60 persen dari total pendapatan kita, maka kita tidak memiliki kesempatan untuk berinvestasi.

Akibatnya kita akan kehilangan kesempatan untuk memperbaiki kualitas hidup di masa yang akan datang. Jadi bila pengeluaran rutin sudah mendekati ambang batas, kita harus bekerja lebih giat lagi agar total pendapatan kita meningkat. Investasi juga harus menjadi prioritas dalam alokasi “pengeluaran” kita. Investasi ini berguna untuk meningkatkan kualitas hidup kita di masa yang akan datang. Investasi akan menambah aset yang kita miliki dan menjadi sumber pendapatan pasif.

Budaya investasi harus mulai dilakukan sejak dini, seberapa kecilpun pendapatan kita. Besarnya alokasi “pengeluaran” untuk investasi minimal adalah 10 persen dari total pendapatan kita. Agar kondisi ini tercapai, maka alokasi investasi bukan dari sisa pendapatan kita setelah dikurangi dengan pengeluaran, tetapi memang sudah dialokasikan begitu kita menerima pendapatan.

Perlu dipahami bahwa investasi tidak sama dengan menabung, karena menabung hanya memberikan tingkat pertumbuhan asset yang relatif sangat kecil. Semakin muda usia kita semakin besar bobot (persentasi) investasi kita di instrumen-instrumen investasi yang mampu memberikan tingkat pengembalian yang tinggi untuk mendukung masa depan keuangan kita.

Harus disadari bahwa investasi yang memberikan tingkat imbal hasil tinggi selalu memiliki tingkat risiko yang tinggi dan tingkat resiko tersebut harus tetap sesuai dengan karakteristik toleransi risiko yang kita miliki. Semakin mapan kondisi ekonomi kita, maka alokasi aset dalam bentuk investasi harus semakin besar, sampai pada gilirannya kita bisa mencapai kebebasan finansial bila hasil yang kita terima dari kerja asset investasi kita sudah melebihi atau paling tidak mendekati hasil kerja produktif kita.

Pengeluaran pribadi adalah satu-satunya jenis pengeluaran yang boleh dan harus dikorbankan ketika terjadi kenaikan persentasi pengeluaran di ketiga pos pengeluaran yang lainnya. Penundaan dan pengurangan pada pos pengeluaran pribadi tidak akan mengurangi kualitas hidup kita dan tidak membahayakan kondisi keuangan kita di masa yang akan datang.

Hal ini jelas berbeda apabila kita mengurangi alokasi pengeluaran kita pada ketiga pos prioritas pengeluaran yang pertama. Salah satu cara untuk mengendalikan pengeluaran pribadi adalah dengan membuka akun khusus di bank yang digunakan untuk mendukung pengeluaran pribadi ini dan akun ini hanya berisi sisa dari pendapatan kita bulan sebelumnya setelah dikurangi dengan total pengeluaran kita di ketiga pos pengeluaran prioritas yang tidak boleh diganggu gugat. Akun khusus inilah yang digunakan mendanai pengeluaran pribadi agar tidak menggerogoti ketiga pos pengeluaran prioritas. Dengan adanya akun khusus ini maka kita juga tidak perlu repot-repot untuk menghitung besarnya alokasi pengeluaran pribadi yang boleh dilakukan.

Setelah kita membenahi kondisi keuangan kita maka kita harus memasuki langkah keempat, yaitu merencanakan tujuan keuangan jangka pendek dan jangka panjang kita. Dalam menentukan tujuan keuangan jangka pendek dan jangka panjang harus jelas tergambar tujuan keuangan yang ingin dicapai dan kurun waktu untuk mencapainya. Target tujuan tentu saja harus realistis dan disesuaikan dengan kondisi kita. Target jangka panjang kemudian dipecah-pecah menjadi target-target jangka pendek dan strategi mencapai tujuan tersebut.

Salah satu faktor yang paling menentukan keberhasilan pencapaian tujuan keuangan adalah komitmen dan ketertiban kita mematuhi strategi yang sudah ditentukan. Perencana keuangan profesional dari dunia perbankan bisa dilibatkan untuk menata tujuan keuangan kita. Semoga tulisan ini memberikan inspirasi bagi kita untuk menata ulang dan memperbaiki kondisi keuangan pribadi kita. Selamat berinvestasi.

Cerita Rakyat Sangkuriang

Cerita Rakyat Sangkuriang memiliki banyak sekali versi. Kakak sendiri sebelumnya sudah memposting tiga versi yang lain dari cerita ini. Untuk posting sebelumnya adik-adik dapat menemukan di link berikut Cerita Rakyat Tangkuban Perahu. Banyaknya versi dari legenda sangkuriang menambah khasanah dari cerita rakyat Sunda ini. Posting kali ini merupakan versi paling lengkap dan yang paling kakak sukai. Penasaran? Yuk kita ikuti ceritanya.

Cerita Rakyat Sangkuriang : Asal Muasa Tangkuban Perahu

Dongeng Tangkuban Perahu – Legenda Jawa Barat

Dahulu kala di sebuah Khayangan. Ada seorang Dewa dan Dewi membuat kesalahan di Khayangan. Mereka harus menjalani hukuman di Bumi. Dan harus berbuat kebaikan. Keduanya berubah bentuk menjadi seekor Babi dan seekor Anjing.

Babi hutan jelmaan Dewi bernama Wayung Hyang, dan seekor Anjing jelmaan bernama Tumang. Babi hutan harus melakukan berbagai kebaikan di dalam hutan. Dan anjing jelmaan Dewa itu mengabdi di sebuah kerajaan sebagai Anjing pemburu pada seorang Raja bernama Sungging Perbangkara.

Suatu hari, Raja Sungging Perbangkara sedang berburu kehutan di tepi kerajaan. Seusai berburu Raja Sumbing Perbangkara buang air kecil pada sebuah Daun Caring. Ia langsung meninggalkan Daun Caring yang di dalamnya ada air kencingnya yang tergenang. Setelah meninggalkan tempat itu, tiba-tiba datanglah seekor Babi yang sedang kehausan. Kemudian meminum air kencing sang Raja tersebut. Tidak di sangka Wayung Hyang hamil. Ternyata, air kencing Raja Sumbing Perbangkara mengandung Sperma yang dapat menyebabkan Wayung Hyang hamil.

Beberapa bulan kemudian, Wayung Hyang melahirkan seorang Putri yang sangat cantik jelita. Ia membersihkan tubuh Bayi itu dengan cara menjilatinya. Kemudian, Wayung Hyang langsung meletakkan Bayi itu di atas batu yang sangat besar di balik semak-semak. Dan berharap Raja Sumbing Perbangkara dapat menemukannya.

Sumbing Perbangkara sangat suka berburu dan kembali ke dalam hutan. Sungging Perbangkara yang sedang memburu Kijang, mendengar suara tangisan Bayi. Ia mencari asal suara tersebut dan di temani oleh Anjingnya bernama Tumang. Akhirnya, ia menemukan Bayi perempuan itu. Ia sangat terkejut dan membawanya ke istana. Ia mengangkat Bayi Perempuan tersebut sebagai anaknya dan diberi nama Dayang Sumbi

Waktu berjalan dengan cepat. Dayang Sumbi tumbuh menjadi seorang putri yang sangat cantik jelita. Dayang Sumbi sangat pandai menenun. Sehingga banyak pria yang berdatangan ke istana untuk meminangnya. Namun, tidak satupun lamaran dari mereka di terima.

Dayang Sumbi tidak ingin ada pertumpahan darah jika salah satu dari mereka di terima lamarannya. Akhirnya, ia meminta ijin kepada ayahnya untuk mengasingkan diri dari kerajaan. Awalnya, Sumbing Perbangkara tidak mengijinkan. Namun, akhirnya mengijinkan dan di bawalah Anjing itu bersama putrinya.

Sang Raja, membuatkan sebuah gubuk di pinggir hutan. Dayang Sumbi menghabiskan waktunya untuk menenun.

Pada suatu malam, ketika Dayang Sumbi sedang menenun, tiba-tiba gulungan benang terjatuh ke luar pondok. Karena sudah malam, ia takut untuk mengambil gulungan benang tersebut. Tanpa ia sadari, ia bersumpah. ‘’ Siapapun yang mengambilkan gulungan benang itu untukku, jika perempuan akan aku jadikan sebagai saudara, sedangkan jika laki-laki akan ku jadikan suami.’’

Tanpa ia sadari sebelumnya, tiba-tiba datang seekor Anjing jantan berwarna hitam yang di tugaskan Raja untuk menemani Dayang Sumbi menghampirinya, dan membawa gulungan benang tersebut. Ia sangat terkejut. Namun, apa mau di kata, ia sudah bersumpah dan harus menepati janjinya.

‘’ Baiklah, Tumang, aku sudah berjanji dan aku harus menepatinya. Meskipun kamu seekor Anjing, aku tetap mau menjadi istrimu.’’ Ujarnya.

Mendengar ucapan Dayang Sumbi, Anjing hitam itu berubah menjadi Pemuda yang sangat tampan. Dayang Sumbi sangat terkejut melihat pemuda tampan di depannya.

‘’ Heii, siapa kamu? Mengapa tiba-tiba ada di gubukku?’’

‘’ Maaf, tuan putri. Saya adalah jelmaan Dewa.’’ Jawab pemuda itu.

Dayang Sumbi dan Pemuda tampan itu. Akhirnya menikah, keduanya sepakat untuk merahasiakan pernikahan mereka kepada Raja Sungging Perbangkara. Kemanapun ia pergi, ia selalu di temani oleh suaminya si Tumang. Tidak ada satu orangpun yang tahu bahwa si Tumang adalah jelmaan Dewa, setiap malam purnama, Tumang berubah menjadi Pemuda tampan.

Akhirnya, setelah satu tahun mereka menikah. Dayang Sumbi melahirkan seorang anak laki-laki yang sangat tampan. Dayang Sumbi akhirnya memberikan nama Sangkuriang. Dengan berjalannya waktu Sangkurian tumbuh menjadi anak yang tampan, pandai, rajin dan ia mulai mahir memanah dengan sangat baik. Sangkuriang sangat suka berburu ke dalam hutan.

Suatu hari, Dayang Sumbi menyuruh Sangkuriang untuk berburu Rusa ke hutan. Dayang Sumbi ingin sekali memaka hati Rusa. Sangkuriang sangat berharap bisa mendapatkan hati seekor Rusa untuk di berikan kepada ibunya. Sudah seharian ia berburu. Namun, tidak ada satu ekor pun yang ia dapatkan. Tiba-tiba, ketika ia hendak pulang. Ia melihat seekor Babi hutan Wayung Hyang melintas di depannya. Sangkuriang segera mengarahkan panahnya. Namun, Wayunh Hyang berlari sangat gesit. Sangkuriang sangat marah dan kesal dan memerintahkan Tumang untuk mengejarnya.

‘’ Tumang, Cepat kejar Babi itu?’’ ujarnya dengan marah.

Tumang yang mengetahui bahwa Babi buruannya tersebut adalah Wayung Hyang. Ia diam saja tidak menuruti perintah Sangkuriang. Beberapa kali Sangkuriang berteriak. Namun, tumang tetap tidak bergerak. Ia tambah kesal melihat tingkah si Tomang.

 Sangkuriang sangat marah kepada Tumang, dan mengarahkan anak panahnya. Tanpa sengaja. Ia melepaskan anak panah itu dan mengenai kepala si Tumang. Anjing itu pun langsung mati seketika. Sangkuriang merasa takut dan merasa bersalah. Lalu, ia mengambil hatinya. Ia langsung membawa hati tersebut pulang ke rumah dan dberikan kepada ibunya. Dayang Sumbi sangat gembira, ia mengira hati yang di berikan anaknya adalah hati seekor rusa. Setelah di masak dan makan bersama, Dayang Sumbi tidak melihat si Tumang dan menanyakannya.

‘’ Anakku, di mana Tumang? Bukankah ia ikut pergi berburu bersamamu?’’ Tanya Dayang Sumbi.

Sangkuriang sangat bingung dan tidak bisa berbohong. Akhirnya ia mengatakan dengan jujur.

‘’ Maaf bu, aku tidak sengaja membunuhnya! Hati yang kita makan itu adalah hati si Tumang.’’ Jawabnya dengan gelisah

Dayang Sumbi sangat marah. Karena Sangkuriang sudah membunuh ayah kandungnya sendiri.

‘’ Apa yang kamu katakana? Kamu sudah membunuhnya? Dasar anak tidak tahu diri kau!’’ seru Dayang Sumbi sambil memukul kepalanya dengan sendok nasi dan mengeluarkan darah, lukanya membekas dan tidak dapat hilang. Sangkuriang sangat sedih dan pergi dari gubuk itu.

Cerita Rakyat Sangkuriang Legenda Tangkuban Perahu

Dayang Sumbi, selalu menunggu kedatangan putranya. Namun, ia tak kunjung datang. Ia merasa sangat menyesal telah memukulnya dan membiarkan ia pergi dari rumah. Setiap hari ia selalu berdoa untuk bertemu anaknya. Tuhan mengabulkan doanya. Ia di berikan kecantikan yang abadi.

Sangkuriang berjalan di tengah hutan dengan luka di kepalanya. Karena tidak kuat menahan rasa sakit. Ia langsung pingsan. Ketika ia sadar, ia sangat terkejut dan melihat seorang Kakek tua.

‘’ Kakek, siapa ? aku ada dimana.” Tanyanya.

‘’ Tenanglah anak muda, aku seorang petapa. Kakek menemukanmu pingsan dan terluka parah. Kamu sekarang ada di dalam gua pertapaanku.’’ Jawabnya.

Perlahan Kakek tua itu bertanya asal usul Sangkuriang. Namun, Sangkuriang tidak dapat mengingat masa lalunya. Bahkan namanya sendiri. Ki Ageng memanggilnya dengan nama Jaka. Ki Ageng merawat Sangkuriang sampai sembuh, dan mengajarinya ilmu bela diri dan kesaktian mandraguna. Setelah beberapa tahun Sangkuriang belajar ilmu kesaktian dan tumbuh menjadi Pemuda yang sangat tampan. Dengan kesaktiannya, ia dapat memanggil mahluk-mahluk halus ( gaib )

Suatu hari, ia pergi kedalam hutan. Ia berjalan mengikuti langkah kakinya, hingga ia sampai di sebuah gubuk di tepi hutan. Karena ia merasa haus, ia meberanikan diri untuk datang ke gubuk itu untuk meminta minum. Tak di sangka, penghuni gubuk itu adalah gadis yang sangat cantik jelita. Gadis cantik itu adalah Dayang Sumbi ibunya sendiri. Saat pertama kali melihat pemuda yang datang kerumahnya ia tidak menyangka bahwa Jaka adalah anaknya Sangkuriang. Sangkuriang jatuh cinta melihat Dayang sumbi yang sangat cantik itu. Dan ingin menjadikannya sebagai istrinya.

Keesokan harinya. Jaka pergi untuk berburu. Namun, sebelum ia berburu ia mampir ke gubuk untuk bertemu Dayang Sumbi. Tanpa sengaja ikat kepalanya sedikit naik ke atas dan terlihatlah bekas luka Jaka. Bekas luka itu sangat mirip dengan bekas luka yang dimiliki putranya. Dayang Sumbi pun menanyakan bekas luka tersebut.

‘’ Kenapa ada bekas luka di kepalamu Jaka?’’ Tanya Dayang Sumbi.

Namun, Jaka tidak dapat mengingat masa lalunya. Ia hanya menceritakan pertemuannya dengan pertapa dan ia di selamatkan saat terluka parah. Mendengar cerita tersebut, Dayang Sumbi sangat terkejut. Dia yakinlah bahwa Jaka adalah anaknya sendiri Sangkuriang.

Dayang Sumbi pun merasa sangat bingung, ia tidak mungkin menikah dengan anaknya sendiri. Ia berusaha menyakinkan Sangkuriang bahwa ia adalah ibunya. Namun, Sangkuriang tidak percaya apa yang di ucapkan Dayang Sumbi. Melihat sikap putranya itu Dayang Sumbi sangat bingung. Setiap hari ia berpikir bagaimana cara membatalkan pernikahannya. Akhirnya, ia pun menemukan caranya, ia akan mengajukkan dua syarat. Jika kedua syarat dapat di penuhi oleh Sangkuriang, ia akan menikah dengannya. Namun, sebaliknya, jika gagal pernikahannya di batalkan. Suatu malam Dayang Sumbi menyampaikan kedua syaratnya tersebut.

‘’ Jika kamu tetap ingin menikah denganku, kamu harus memenuhi dua syarat.’’

‘’ Apakah syaratmu itu Dayang Sumbi?’’

‘’ Kamu harus membuatkan sebuah Danau dan perahu. Namun, danau dan perahu itu harus selesai sebelum matahari terbit.’’ Jawabnya.

‘’ Baiklah, Dayang Sumbi, kedua syarat mu akan aku penuhi.’’

Dengan menggunakan kesaktiannya, Sangkuriang segera memanggil pasukkan mahluk-mahluk halus untuk membantunya. Setelah mereka siap. Mereka mulai menggali tanah,dan menyusun batu-batu besar untuk membendung aliran sungai. Kemudian mereka menebang kayu-kayu yang sangat besar untuk membuat perahu.

Pada saat tengah malah, secara diam-diam Dayang Sumbi melihat pekerjaan Sangkuriang dan pasukannya. Ia sangat terkejut melihat danau dan perahu hampir selesai. Dayang Sumbi pun sangat gelisah. Ia langsung berlari ke desa untuk meminta bantuan kepada seluruh masyarakat. Akhirnya ia menggelar kain merah ke arah sebelah timur. Setelah bebera saat ia menggelar kain tenun buatanya itu. Muncullah cahaya kemerahan dari arah timur, seakan fajar mulai datang. Suara ayam jantan berkokok. Mahluk halus melihat fajar kemerahan akan datang dan mendengar suara Ayam berkokok mengira hati mulai pagi. Mereka pun pergi melarikan diri dan meninggalkan danau dan perahu yang hampir selesai itu.

Saat mengetahui Dayang Sumbi membohonginya, Sangkuriang sangat marah dan murka. Dengan kesaktianya ia menjebol bendungan yang di buatnya bersama pasukannya. Sehingga terjadi banjir yang sangat besar. Kemudian ia menendang perahu yang sudah hampir selesai itu terbang dan jatuh menelungkep. Perahu itu kini menjelma menjadi sebuah gunung yang di kenal dengan nama Tangkuban Perahu, yang artinya perahu terbalik.